Oleh: panduprabowo | Mei 27, 2011

Pengalaman Baru.

mulai 23 s/d 26 Mei 2011 Saya meninggalkan rumah ,untuk mengikuti DIKLAT SERVICE HANDPONE di Kantor DIKLAT APARATUR DAN MASYARAKAT TRENGGALEK yg bekerja sama dg FASTREPAIRLABS – Surabaya. Pada saat itu ada 30 peserta yg ikut serta ambil bagian.Banyak ilmu yang sebelumnya tidak Saya ketahui mengenai HP,di jelaskan waktu DIKLAT. Perasaan Saya cukup senang dan berterimakasih kepda Faisal Rudianto,ST (Trainer) beserta asistennya. dan juga Pemkab Trenggalek. semoga ilmu yg  Saya terima bermanfaat , dan memberikan berkah. amin

Oleh: panduprabowo | Januari 10, 2011

Rencana Penutupan Facebook Hanya Berita HOAX

Penutupan Facebook membuat internetbmenjadi ramai dengan berita tersebut. Bahkan berita penutupan Facebook menjadi TOP NEWS di dunia. Tidak jelas bagaimana rumor tersebut dapat berkembang menjadi berita yang menghebohkan. Namun yang jelas, berita tersebut berawal dari Weekly World News.

Dan dari berbagai sumber mengatakan apabila Weekly World News merupakan website komedi atau bisa di bilang website yang berisi berita bohong/HOAX hanya untuk hiburan semata. Sampai sekarang, pihak Facebook belum memberikan tanggapan atas berita tersebut. Dan untuk sekarang, berita penutupan Facebook merupakan guyonan semata.

http://www.bawelohbawel.com

Oleh: panduprabowo | November 27, 2010

News Feed Facebook Penuh Program Jahat

Jakarta – Program jahat bisa mengintai di mana saja. Salah satunya yang paling rentan adalah melalui jejaring sosial populer seperti Facebook. Hasil riset yang dirilis firma keamanan komputer dan internet BitDefender menyebutkan, News Feed Facebook dipenuhi oleh malware.

Dalam laporannya, BitDefender menemukan bahwa program jahat tersebut tersembunyi di balik postingan yang lalu-lalang di News Feed. Setidaknya, sekitar 20 persen postingan News Feed berisi malware. Demikian keterangan yang dkutip detikINET dari PC Mag, Jumat (26/11/2010).

Aplikasi yang dibuat pihak ketiga menjadi sumber malware nomor satu. BitDefender mengungkapkan, persentasenya mencapai 60 persen. Waspadai pula aplikasi yang mengklaim bisa memberitahukan siapa yang melihat profil Anda, 22 persen aplikasi semacam ini nyatanya adalah jebakan.

Sumber malware lainnya adalah game jejaring sosial seperti Farmville sebesar 15 persen dan 11 persen berasal dari iklan palsu yang menawarkan pengguna untuk mengklik ‘dislike’.

Semua data ini didapat BitDefender dengan menerapkan aplikasi privasi Facebook besutannya bernama SafeGo. Aplikasi ini memindai akun pengguna Faceook dari konten jahat.

SafeGo yang baru saja diluncurkan, bisa memperlihatkan data berupa statistik, aktivitas terbaru, dan pengukuran privasi yang memperlihatkan tingkat keamanan profil pengguna.

Jangan khawatir, SafeGo selalu meminta izin sebelum mengakses informasi Anda. Aplikasi yang masih dalam format beta ini diklaim BitDefender telah diunduh oleh 14.000 pengguna dan telah memindai lebih dari 17 juta postingan di Facebook.

http://www.detikinet.com

Oleh: panduprabowo | November 22, 2010

Waspada, Download File dari Internet

Jakarta – Banyak pengguna internet tidak menyadari bahwa mendownload atau mengunduh file dari internet memiliki resiko cukup tinggi. Pasalnya, berbagai bentuk file entah itu PDF, musik, atau video mudah disusupi script jahat yang nantinya akan menjangkiti komputer.

Ya, para cracker kini tak hanya menyerang melalui situs palsu, tetapi juga menyisipkan script jahat pada file eksekusi (.exe). Dalam beberapa kasus, kerap ditemukan penyebaran virus melalui jenis file dokumen atau pun multimedia.

Hal itu dipaparkan Setafan Tanase, Senior Security Researcher Kaspersky pada ajang AVAR 2010 di Grand Hyatt Hotel yang dihelat 17-19 November 2010. Menurutnya, seluruh dokumen yang ingin didownload patut diwaspadai.

“Biasanya cracker menyisipkan malware atau virus ke dalam sebuah file seperti
PDF atau pun musik untuk menyerang para korbannya,” ujarnya.

Dikatakan olehnya, virus yang mendompleng file PDF atau musik pada umumnnya sedikit berbeda. Virus ini tidak akan mengubah isi dari file tersebut melainkan memanfaatkan celah pada aplikasi yang digunakan.

Umpamanya, seorang cracker memodifikasi file PDF dengan memasukkan sebuah
program jahat. Maka malware atau virus tersebut berupaya untuk memanfaatkan
celah pada aplikasi yang digunakan, misalnya Adobe reader.

Begitu pun pada jenis file lain seperti musik atau video yang kerap menjadi buruan para pengguna internet. Para cracker dapat dengan mudah memanfaatkan kelengahan mereka dengan maksud tertentu.

Untuk menghindari ancaman tersebut, Setafan menyarankan agar pengguna terus
mengupdate, patching, seluruh aplikasi yang digunakan. Selain itu juga dianjurkan untuk menggunakan aplikasi anti virus yang bisa diandalkan.

dikutip dari : detikinet.com

Oleh: panduprabowo | Oktober 27, 2010

GILA, HACKER IMUT CHINA SIKAT GOOGLE


Google baru-baru ini menyatakan siap mengundurkan diri dari China dan menutup seluruh operasional mereka di sana. Alasannya, raksasa mesin pencari itu sudah tidak tahan dengan gelombang serangan yang dilancarkan para hacker asal negeri tirai bambu tersebut.

David Drummond, Senior Vice President, Corporate Development and Chief Legal Officer Google menyebutkan, pihaknya mendapati adanya ‘serangan yang sangat canggih’ yang berasal dari China terhadap infrastuktur Google.

“Serangan-serangan ini membuat kami memutuskan untuk meninjau kelayakan operasi bisnis kami di China,” sebut Drummond blog resmi Google, 12 Januari 2010.

Langkah Google yang memilih mundur dari China menunjukkan dahsyatnya komunitas hacker di negeri tersebut.

Sampai Juli 2008, diperkirakan terdapat 4 juta orang hacker yang tergabung dalam berbagai komunitas hacker. Salah satunya adalah kelompok hacker khusus wanita yang menamakan diri Cn Girl Security Team.

Kelompok hacker ini dipimpin oleh gadis kelahiran Hunan, 6 September 1989 bernama Xiao Tian.

Dalam benak, kita mungkin membayangkan bahwa tipikal seorang hacker adalah remaja yang beranjak dewasa, dengan penampilan seadanya – kalau tidak dibilang buruk rupa – dengan kacamata tebal, perokok berat, rambut acak-acakan tak terawat dan jarang mandi karena menghabiskan sebagian besar hidupnya di depan komputer.

Ternyata tidak demikian dengan Xiao Tian. Meski menyebutkan ia sering begadang dan sesekali merokok, tetapi penampilannya sangat apik. Sepintas, melihat penampilannya, Anda mungkin tak akan menyangka bahwa ia merupakan pimpinan dari kelompok hacker yang anggotanya mencapai lebih dari 2.200 orang hacker wanita.

Xiao Tian menyebutkan, ia membuat kelompok tersebut karena ia merasa bahwa perlu ada tempat bagi gadis remaja sepertinya, yang merasa tersingkirkan dari dunia hacker yang disesaki oleh hacker pria yang menganggap bahwa hacker wanita tidak memiliki skill yang cukup.

Perlahan tapi pasti, Xiao Tian dan kelompok hackernya mulai menerobos dominasi pria di dunia hacking. Mereka mengincar status selebritis yang disandang oleh para hacker di China sekaligus membuka peluang ‘karir’ yang menggiurkan yang tersedia bagi hacker yang memiliki reputasi tinggi.

Meski anggota klub hacker Xiao Tian masih relatif kecil dibandingkan dengan populasi hacker di China, akan tetapi ‘organisasi’ hackernya mungkin merupakan salah satu kelompok hacker perempuan terbesar di China.

Scott Henderson, seorang pensiunan tentara AS yang merupakan pengamat dan penulis The Dark Visitor: Inside the World of Chinese Hackers pernah menyebutkan pada DNA India. “Aspek unik dari hacker China adalah rasa nasionalisme dan kolektivitas. Ini kontras dengan stereotip hacker barat yang umumnya mandiri dan bekerja secara individual di ruang bawah tanah tempat tinggal mereka,” ucapnya.

Akan tetapi, belakangan, kecenderungan yang terjadi adalah ‘tentara cyber’ tersebut terpecah-pecah dan membentuk kriminal kapitalis dan mulai meninggalkan rasa nasionalisme mereka.

Meski demikian, Henderson menyebutkan, suatu saat jika ada konflik yang melibatkan China, hacker tentu akan memobilisasi kelompok mereka dan terlibat dalam perang dunia maya. Dan jika saatnya tiba, ‘jenderal’ Xiao Tian mungkin akan menjadi salah satu pemimpin pasukan tentara China tersebut.

sumber:http://www.semutireng.com

Oleh: panduprabowo | Oktober 26, 2010

Mobil tanpa kendali dengan Google

ini adalah mobil Toyota Prius, yang di modifikasi Google.Mobil ini di lengkapi kamera video di bagian atas, sensor radar dan laser untuk mengetahui kondisi lalu lintas di sekitar. Saat ini masih dalam tahap uji coba  di California, Amerika Serikat.Sejauh ini sudah 140 ribu mil jarak yang dilaluinya dalam tahap tes.

Oleh: panduprabowo | Juli 1, 2009

Asal-Usul FACEBOOK

facebookFacebook yaitu social-networking ini didirikan oleh anak muda berumur 23th yaitu Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg.
Dia lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat.Aktivitas hari-harinya  Zuckerberg menyibukkan diri dengan mengutak-atik peralatan elektronik atau program komputer. Dia bersekolah di Exeter High School, New Hampshire.setelah lulus masuk Harvard University,

Awalnya membuat program Coursematch yang memungkinkan mahasiswa di kelas yang sama bisa melihat daftar teman-teman sekelas.
Proyek selanjutnya membuat facemash.com

Situs pemeringkatanfoto-foto mahasiswa di Harvard pengunjung bisa memberi stempel “keren” atau “jelek” foto seorang siswa.

Akhirnya pada tahun 2004 Zuckerbreg Resmi  meluncurkan situs social-networking FACEBOOK…!!!

im3.jpg

Pagi ini selagi memoderasi beberapa milis yang saya miliki, saya tergelitik dengan beberapa tulisan yang memaparkan tentang program “telepon murah” dari IM3.

Walaupun saya bukan pengguna IM3, namun setelah mempunyai pengalaman dengan XL yang mendengungkan tentang “tarif 0,1 rupiah per-detik” ke operator lain, pagi ini saya mencoba untuk membandingkan antara keduanya.

Sebagai acuan awal, saya menggunakan website resmi dari IM3 dan langsung menuju ke halaman promosi yang dapat dilihat disini.

Untuk informasi, saya hanya melihat tarif ke lain operator, dan bukan ke sesama operator.

Setelah melihat skema yang ada, rupanya skema tersebut sangat mirip dengan skema dari XL, dimana pemberlakukan tarif 0,01 itu dilakukan setelah penggunaan pada menit tertentu. Dalam hal ini oleh IM3 adalah 90 menit.

skema-all-opertor.jpg

Mari kita bandingkan dengan XL (saya mengambil XL untuk wilayah Jabodetabek)

xl-jawa.png

Dan sekarang mari kita hitung dengan beberapa skenario:
Pemakaian 90 detik.

Saya menggunakan skenario 90 detik untuk skenario pertama, karena ini adalah satuan waktu terkecil yang dicakup oleh keduanya. Disini terlihat bahwa biaya untuk 90 detik pertama adalah sama untuk IM3 dan XL, yaitu Rp. 25 per-detik atau sebesar Rp. 2.250,-
Pemakaian 120 detik (2 menit).

Untuk pemakaian 120 detik, maka untuk XL tetap pada tarif awal yaitu Rp 25/detik, sehingga pelanggan membayar sebesar Rp. 3.000,-
Sedangkan untuk IM3, pelanggan membayar (90 x 25) + (30 x 0,01) = Rp. 2.250,3 atau rata-rata sebesar Rp. 18,75 per-detik.
Disini terlihat XL lebih mahal dibandingkan dengan IM3.
Pemakaian 180 detik (3 menit).

Untuk XL, biaya yang harus dikeluarkan adalah (120 x 25) + (60 x 0,1) = Rp. 3.006,- atau dengan rata-rata biaya sebesar Rp. 16,7 per-detik
Sedangkan bagi IM3, skenario ini adalah yang termurah, dimana biaya yang harus dikeluarkan pelanggan adalah (90 x 25) + (90 x 0,01) = Rp. 2.250,9 atau dengan rata-rata Rp. 12,5 per-detik
Disini terlihat bahwa XL lebih mahal dibandingkan dengan IM3.
Pemakaian 240 detik (4 menit).

Ini adalah skenario termurah untuk XL, dimana biaya yang harus dikeluarkan pelanggan adalah (120 x 25) + (120 x 0,1) = Rp. 3.012,- atau dengan rata-rata biaya sebesar Rp. 12,55 per-detik
Sedangkan untuk IM3 adalah (90 x 25) + (90 x 0,01) + (60 x 25) = Rp. 3.750,9 atau dengan rata-rata biaya sebesar Rp. 15,625 per-detik
Disini terlihat bahwa XL lebih murah dibandingkan dengan IM3
Pemakaian 270 detik (4 Menit 30 Detik).

Biaya yang dikeluarkan oleh pengguna XL adalah (120 x 25) + (120 x 0,01) + (30 x 25) = Rp. 3.762,- atau dengan rata-rata Rp. 13,93 per-detik
Skenario ini adalah skenario termahal untuk IM3, yaitu dengan perhitungan (90 x 25) + (90 x 0.01) + (90 x 25) = Rp. 4.500,9 atau dengan rata-rata Rp. 16,67 per-detik.
Disini terlihat XL lebih murah dibandingkan dengan IM3.
Pemakaian 360 detik (6 menit).

Skenario ini adalah yang termahal untuk XL, dimana pelanggan membayar (120 x 25) + (120 x 0,01) + (120 x 25) = Rp. 6.012,- atau dengan rata-rata Rp. 16,7 per-detik.
Untuk pelanggan IM3 membayar (90 x 25) + (90 x 0,01) + (90 x 25) + (90 x 0,01) = Rp. 4.501,8 atau dengan rata-rata Rp. 12,5 per-detik
Disini terlihat bahwa XL lebih mahal dibandingkan dengan IM3

Nah, apa kesimpulan dari perbandingan di atas ?

Secara umum, perbedaan tarif yang digembar-gemborkan antara 0,1 dan 0,01 antara kedua operator tidak terlalu signifikan dalam menekan biaya percakapan. Karena semuanya masih berpedoman “berlaku hanya pada menit tertentu”

Namun saya cukup salut dengan IM3, karena pada promosinya dengan cukup jelas mencantumkan “berlaku setelah 90 detik”, tidak seperti XL yang malah mengarahkan pembaca pada websitenya.

Masih mau percaya dengan promosi ?

ini artikel aku ambil dari link  :

http://khalidmustafa.wordpress.com/

Kategori